Harga Pertamax Naik dan Pertalite Langka, Tukang Ojek: Kasihan Kami Rakyat Kecil Ini

Pertamina telah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 92 atau Pertamax sejak Jumat (1/4/2022) kemarin. Harga sebelumnya Rp 9.000 Rp 9.400 per liter menjadi Rp 12.500 Rp 13.000 per liternya. Hal ini menjadi beban bagi para pekerja ojek pengkolan pengkolan, salah satunya di Simpang Pertigaan Ramayan Kota Cilegon, Banten.

Muliadi (40), seorang ojek pengkolan mengatakan saat ini sulit mencari pertalite dan juga sulit mencari penumpang. Hal ini sangat menyusahkan tukang ojek, yang hanya memiliki penghasilnya Rp 40 ribu dalam satu hari, bahkan terkadang tidak dapet tumpangan sama sekali. Dirinya merasakan beban berat dengan semua kondisi harga yang serba naik ini, terlebih ia hanya sekedar tukang ojek dengan hasil yang minimalis.

"Ini menjadi beban kita. Membuat istri menjerit di rumah, penghasilan kami hanya 40 Ribu sehari, Kasian dong masyarakat kecil." ujarnya. Muliadi mengatakan dirinya kini pulang ke rumah selepas narik ojek hanya membawa paling Rp 10 15 ribu untuk istrinya di rumah. "Kalau untuk saya sendiri sebagai laki laki, ngisi perut hanya dengan ngopi saja, kuat sampai sore, kalau buat yang di rumah belum tentu". ungkapnya.

Tukang ojek lainnya, Hatam (50), menambahkan bahwa kenaikan Pertamax dan langkanya Pertalite ini merupakan sebagian dari politik. "Masalahnya, Pertalite tidak ada, nanti suruh beli Pertamax semua, yang namanya orang butuh pasti kita beli saja nantinya" ucapnya. Dirinya mengatakan, kalau tidak ada ojek berbasis online, tukang ojek pangkalan tidak akan begitu kewalahan.

Mereka berharap semoga pemerintah bisa memperhatikan masyarakat kecil, dengan memberikan bantuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.